Kabar Sosial Budaya
Situs Purbakala di UII Yogyakarta Diduga Bukan Kompleks Candi
Selasa, 15 Desember 2009 22:47 WIB
Sleman, (tvOne)
Temuan situs purbakala di area pembangunan gedung perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Jalan Kaliurang, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diduga bukan merupakan kompleks candi. "Jika dilihat dari bentuk bangunannya, besar kemungkinan situs tersebut bukan merupakan kompleks candi seperti Candi Sambisari yang ditemukan di Kecamatan Kalasan," kata Kepala Kelompok Kerja Pemeliharaan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta Andi Riana di sela proses persiapan ekskavasi lokasi, Selasa (15/12).
Menurut dia, kemungkinan besar situs purbakala tersebut merupakan "petirtaan" yang dibangun untuk orang istimewa seperti raja. "Melihat kondisi ukiran dan hiasan yang sangat bagus dengan motif bunga ceplok atau `padma` dan hiasan sulur, kemungkinan situs tersebut merupakan bangunan untuk orang yang istimewa seperti raja," katanya.
Ia mengatakan, hasil pencermatan sementara di lokasi menunjukkan situs tersebut mungkin hanya memiliki luas sekitar 2,7 meter kali tiga meter persegi. "Dengan asumsi ini, kemungkinan situs ini bukan merupakan komplek candi dan hanya seperti petirtaan sebagaimana yang kami temukan di Payak, Piyungan, Kabupaten Bantul, karena biasanya petirtaan selalu mendekati daerah sumber air dan kebetulan kawasan tersebut juga kawasan sumber air," katanya.
Andi mengatakan, jika petirtaan yang ditemukan di Payak terbuat dari batu putih, namun di lokasi ini terbuat dari batu andesit yang sangat kuat. "Ini mungkin karena faktor ketresediaan material di lokasi, jika di Payak lebih mudah dijumpai batu putih maka di lokasi ini lebih mudah mendapatkan batu andesit dari Gunung Merapi," katanya.
Ia mengatakan, dari struktur tanah yang ada di lokasi penemuan memang ditemukan unsur abu dan material vulkanik sehingga kemungkinan situs tersebut tertimbun material letusan Gunung Merapi. "Kejadian ini mirip seperti pada Candi Sambisari, Candi Kedulan dan Candi Kadisoko yang tertimbun material vulkanik, hanya saja ada beberapa perbedaan jenis material mulkanik yang menimbun," katanya.
Perbedaan tersebut, katanya, ada beberapa jenis material vulkanik yang ditemukan di Candi Kedulan dan Candi Kadisoka yang sama dengan di Candi Sambisari. Namun, ada juga yang di Sambisari tidak ditemukan di Kedulan maupun Kadisoka sehingga ada kemungkinan Candi Sambisari telah beberapa kali tertimbun material vulkanik. "Kami juga akan bekerja sama dengan pakar vulkanologi untuk mengetahui jenis-jenis material vulkanik yang menimbun situs ini. Kami perkirakan bangunan ini peninggalan abad 8 sampai 10 Masehi di mana telah beberapa terjadi letusan Gunung Merapi," katanya.
Ia mengatakan, saat ini pihaknya baru melakukan persiapan ekskavasi dengan mengeruk tanah dipermukaan dengan kedalaman sekitar 2,5 meter dengan menggunakan alat berat. "Proses ekskavasi ini mungkin baru kami lakukan Senin pekan depan karena harus dilakukan secara manual, dan agar tidak terlalu lama. Kami minta bantuan pihak UII untuk persiapan ekskavasi dengan mengeruk tanah dengan alat berat," katanya. (Ant)
