Kabar Sosial Budaya
Korban Banjir Pandeglang Mulai Terserang Penyakit
Minggu, 22 November 2009 06:26 WIB
Pandeglang, (tvOne)
Warga korban banjir di delapan desa di Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang, Banten, mulai terserang penyakit gatal-gatal dan diare akibat terendam banjir selama tiga hari terakhir.
"Kami sangat membutuhkan bantuan obat-obatan karena banyak warga yang terserang penyakit gatal-gatal," kata Rohman (40) seorang warga Desa Babakan Keusik, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Sabtu.
Rohman mengatakan, banjir yang melanda sejak tiga hari lalu dengan ketinggian antara 70 sampai 100 centimeter dan ratusan rumah tergenang air banjir. Saat ini, kondisi air sudah surut dan warga kembali membersihkan rumah dari genangan lumpur.
Mereka warga korban banjir di desanya hingga saat ini belum menerima bantuan dari pemerintah berupa makanan, obat-obatan dan selimut. Bahkan, sekarang anak-anak mulai terserang penyakit gatal-gatal akibat bermain pada genangan air banjir. Selain itu, juga penyakit diare karena mereka mengkonsumsi air kurang bersih.
Akibat banjir, kata bdia, warga sangat membutuhkan pasokan air bersih karena sumur timba penuh dengan lumpur dan tidak layak untuk dikonsumsi dan keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Kondisi demikian, pihaknya mendesak Pemkab Pandeglang dan Provinsi Banten agar segera turun tangan untuk membantu warga yang terkena musibah banjir itu.
Begitu pula Dinas Kesehatan segera membuka pos-pos kesehatan di daerah banjir karena saat ini warga merasa kesulitan untuk berobat. "Saya kira jika setiap desa terdapat pos kesehatan tentu pelayanan kesehatan cukup dekat," katanya. Selama ini, kata dia, ingin membawa anaknya berobat karena mengalami gatal-gatal namun harus pergi ke puskesmas dengan jarak berjauhan.
Di tempat terpisah, Camat Patia , Maman, menjelaskan akibat banjir tersebut tercatat sebanyak 716 rumah dan 258 hektare sawah terendam banjir setinggi 70 sampai 100 centimeter. Dari 716 rumah itu yang terendam banjir, mereka warga tersebar di delapan desa yakni Desa Terusan, Babakan Keusik, Cimoyan, Ciawi, Idaman, Surianeun, Rahayu, dan Desa Patia. "Kedelapan desa itu kondisi yang lebih parah yakni Desa Idaman, Surianeun, dan Rahayu," ujar Maman.
Sementara itu, Ketua Koordinator taruna bencana alam (Tagana) Kecamatan Patia, Ade Mulyana, mengaku saat ini warga korban banjir sangat membutuhkan obat-obatan karena sebagian besar mulai terjangkit penyakit gatal-gatal. "Saya berharap petugas medis bergerak cepat untuk mengantisipasi penyakit yang ditimbulkan pascabanjir,"
